Bloomberg Technoz, Jakarta – Lebih dari 10.000 investor PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) berpotensi gigit jari lantaran raksasa distributor voucher dan perangkat telekomunikasi itu resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 9 Oktober 2025.
Berdasarkan data RTI Business per Agustus 2025, jumlah investor TELE tercatat sebanyak 10.733 pemegang saham. Struktur kepemilikannya terdiri atas PT Upaya Cipta Sejahtera sebagai pengendali dengan 2,72 miliar saham (37,32%), PT PINS Indonesia yang juga entitas usaha Telkom sebanyak 1,75 miliar saham (24%), masyarakat umum 2,21 miliar saham (30,36%), serta Haiyanto sebesar 607,62 juta saham (8,31%).