Jakarta, CNBC Indonesia – Para investor perlu mencermati leading dan lagging stocks. Keduanya mencerminkan kinerja suatu saham, yang dapat menjadi pertimbangan investor dalam menentukan pilihannya, apakah ingin membeli, menahan, atau menjual.
Saham leading adalah saham yang kinerjanya menggerakkan pasar secara keseluruhan, dan pergerakannya mendahului gerak pasar secara umum.
Sementara saham laggard adalah saham yang relatif berkinerja buruk terhadap pasar, memiliki imbal hasil yang lebih rendah dari rata-rata pasar.
Menilik laporan perkembangan ekonomi dan pasar modal Indonesia edisi Januari 2026 yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), saham-saham milik konglomerat masih menjadi penopang pergerakan IHSG sepanjang tahun lalu. Mulai dari saham DCII milik konglomerat teknologi Toto Sugiri, saham BRMS dan BUMI milik Grup Bakrie, BRPT dan PTRO milik konglomerat petrokimia Prajogo Pangestu, hingga FILM milik konglomerat media dan hiburan Manoj Punjabi.