“Emiten dengan valuasi murah atau diperdagangkan di bawah nilai bukunya (PBV <1) memiliki potensi terbesar untuk melakukan aksi korporasi berupa private placement, merger, dan akuisisi. Dalam skenario ini, emiten berpotensi menjadi target akuisisi oleh perusahaan asuransi yang lebih besar maupun investor strategis yang ingin masuk ke industri asuransi Indonesia,” lanjut riset tersebut.
Rights issue memiliki kemungkinan lebih kecil mengingat valuasi pasar yang masih di bawah nilai buku. Namun, jika terjadi apresiasi harga saham hingga PBV berada di atas satu, maka peluang rights issue akan terbuka lebih lebar,” tulis Stockbit.