Katadata.co.id-PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), eksportir sarang burung walet, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan penawaran saham perdana (IPO). Proses IPO tersebut mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) yang sangat tinggi hingga mencapai 948,25 kali. Tingginya minat investor membuat penjatahan saham untuk investor ritel menjadi sangat sedikit, bahkan ada yang hanya mendapatkan satu lot meski memesan dalam jumlah besar. Perseroan menawarkan sahamnya di harga Rp 168 per lembar dengan target perolehan dana segar sekitar Rp 105 miliar. Prospek pertumbuhan perusahaan akan ditopang oleh ekspansi produk konsumsi di luar sarang burung walet serta penetrasi ke pasar ekspor baru. RLCO berencana menambah jangkauan ekspor ke pasar seperti Thailand, Vietnam, Amerika Serikat, dan Filipina.
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) akan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada hari ini, Senin (8/12). Selama proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), eksportir sarang burung walet ini terpantau mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubsribe hingga 948,25 kali, tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan poster Samuel Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, oversubsribe IPO RLCO mendapatkan pemesanan lebih dari 775.000 SID. Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam proses IPO ini.
Sejumlah investor ritel yang diwawancara Katadata.co.id mengaku hanya mendapatkan jatah saham satu lot saat penjatahan efek meski memesan ratusan lot. Salah satunya, Damara (28 tahun). Ia memesan sebanyak 405 lot senilai Rp 6,80 juta, tetapi hanya dapat membeli satu lot saat penjatahan efek rampung. “Cuma dapat satu lot, enggak kapok sih” ujar Damara ketika dihubungi Katadata.co.id, Jumat (5/12).
Hal serupa juga dialami Raisyah (25) yang turut mendapatkan jatah satu lot saham RLCO. Ia sempat memesan sebanyak 50 lot atau senilai Rp 840 ribu selama periode penawaran umum. Raisa melihat prospek industri sarang burung walet sangat menjanjikan. Saham RLCO lebih sulit diperoleh dibandingkan saat melakukan pemesanan pada IPO emiten-emiten lainnya. RLCO menawarkan saham di batas tertinggi yakni Rp 168 dalam rentang harga Rp 150–168 per saham. Perseroan melepas 625 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan demikian, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp 105 miliar.