JAKARTA, investor.id – BCA Sekuritas menyebutkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) atau CDI Group diproyeksikan tumbuh pesat. Pendapatan diperkirakan melonjak dengan CAGR 38,6% dari US$ 102 juta pada 2024 menjadi US$ 523 juta pada 2029.
“EBITDA diperkirakan tumbuh lebih cepat lagi, dengan CAGR 87%, melompat dari US$ 10,8 juta menjadi US$ 246 juta dalam periode yang sama,” sebut riset BCA Sekuritas yang dipublikasikan pekan ini.
Didukung keahlian mendalam, kemitraan strategis, dan alokasi modal yang disiplin, CDIA menjadi proposisi investasi unggulan. Kombinasi pertumbuhan organik dan melalui akuisisi membuat perusahaan tangguh dan mudah diskalakan di pasar infrastruktur Indonesia yang dinamis. Segmentasi bisnisnya didorong oleh pendorong propriternal optimal. Di antaranya, sektor energi diperkirakan tumbuh 21,9% CAGR (2024-2029), didorong oleh penjualan listrik 20,4% CAGR dan penjualan bahan bakar 30,7% CAGR, seiring meningkatnya kebutuhan daya listrik; sektor ini akan mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) baru yang direncanakan beroperasi 2027.
Kemudian, bisnis pelabuhan & penyimpanan diproyeksikan tumbuh 112,6% CAGR (2024-2029), berkat potensi akuisisi aset pelabuhan & penyimpanan di pasar regional pada 2026; serta akan dioperasikannya pipa kimia baru (C2) pada 2027.
Serta, bisnis pelabuhan & penyimpanan diproyeksikan tumbuh 112,6% CAGR (2024-2029), berkat potensi akuisisi aset pelabuhan & penyimpanan di pasar regional pada 2026; serta akan dioperasikannya pipa kimia baru (C2) pada 2027.
Menurut BCA Sekuritas, CDI Group tengah melakukan transformasi strategis dengan mendiversifikasi aliran pendapatan guna memperkuat arus kas. Saat ini, 90% pendapatan CDI masih berasal dari sektor energi, sedangkan pelabuhan & penyimpanan serta logistik masing-masing menyumbang 5%. Dalam 3–5 tahun ke depan, CDI menargetkan komposisi pendapatan yang lebih seimbang: 47% energi, 40% pelabuhan & penyimpanan, dan 13% logistik.
Perubahan ini akan dipercepat melalui monetisasi aset-aset dalam ekosistem Chandra Asri Group sekaligus ekspansi ke pelanggan pihak ketiga. Proyek-proyek infrastruktur CDI didukung oleh kontrak jangka panjang berkualitas tinggi dengan off-taker bereputasi, sehingga menjamin arus kas yang andal.
“Strategi diversifikasi ini menempatkan CDI sebagai kendaraan investasi utama untuk sektor infrastruktur Indonesia, yang menawarkan portofolio seimbang antara aset pertumbuhan dan aset defensif,” sebut BCA Sekuritas.