JAKARTA, investor.id – Provinsi Sumatera Selatan menyimpan cadangan batu bara mencapai 9,3 miliar ton, namun produksi tahunan baru sekitar 100 juta ton jauh di bawah Kalimantan Timur dan Selatan yang membukukan total produksi 687 juta ton pada 2024.
Rendahnya realisasi produksi di Sumatera Selatan selama ini ditopang tantangan logistik, terutama jarak angkut yang jauh dari tambang menuju pelabuhan.
Di tengah kebutuhan peningkatan kapasitas logistik tersebut, PT Titan Infra Sejahtera (TIS) tampil sebagai pemain kunci yang mengoperasikan infrastruktur logistik batu bara terbesar, terintegrasi, dan terpanjang di Sumatera Selatan. Langkah perusahaan menuju penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas kapasitas sekaligus mengoptimalkan potensi cadangan batu bara yang besar di wilayah ini.