Jakarta, Sahambagus.co.id-PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), salah satu emiten tambang yang terafiliasi dengan konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$204,18 juta atau sekitar Rp3,4 triliun hingga akhir kuartal III/2025. Capaian ini terbilang impresif mengingat pendapatan usaha perusahaan justru mengalami penurunan sebesar 19,72% secara tahunan, dari US$841 juta menjadi US$675,14 juta.
Penurunan pendapatan ADMR terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan hasil tambang, baik ke pihak ketiga maupun pihak berelasi seperti penjualan ke pihak ketiga yang turun 30,59% menjadi US$351,26 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan ke pihak berelasi yaitu tercatat sebesar US$320,7 juta, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan.
Meski pendapatan tergerus, ADMR mampu menjaga efisiensi operasional dan menekan beban pokok penjualan, sehingga margin laba tetap terjaga.
Beberapa faktor yang mendukung pencapaian laba bersih ADMR antara lain adalah efisiensi biaya operasional, karena Perusahaan berhasil menekan biaya produksi dan distribusi di tengah fluktuasi harga komoditas.
Stabilitas kurs rupiah terhadap dolar AS, atau kurs Jisdor (merupakan harga spot USD/IDR, yang disusun berdasarkan kurs transaksi USD/IDR terhadap rupiah antar bank di pasar valuta asing Indonesia, melalui Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah (SISMONTAVAR) di Bank Indonesia secara real time)
BI per 30 September 2025 yang digunakan dalam konversi laba adalah Rp16.692 per dolar AS, memberikan nilai tukar yang relatif stabil
Diversifikasi pelanggan, sebab itulah ADMR tetap menjaga basis pelanggan yang luas, baik dari pihak ketiga maupun afiliasi, sehingga risiko penurunan permintaan dapat diminimalkan.
Meski berhasil mencetak laba besar, ADMR tetap menghadapi tantangan dari volatilitas harga komoditas global, terutama batu bara dan nikel. Namun, analis menilai prospek saham ADMR masih terbuka, terutama menjelang musim dingin yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan energi
Dengan kinerja keuangan yang solid di tengah tekanan pendapatan, ADMR menunjukkan ketahanan bisnis dan kemampuan adaptasi yang kuat. Emiten ini tetap menjadi sorotan investor sebagai bagian dari portofolio energi dan tambang yang menjanjikan di pasar modal Indonesia.