Jakarta, Sahambagus.co.id-
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), emiten pertambangan batu bara dan energi terintegrasi, membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$301,59 juta atau sekitar Rp5 triliun (kurs Rp16.627 per US$) sepanjang Januari–September 2025. Capaian ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2024, saat ADRO mencatat
Meski secara tahunan mengalami pelemahan, kinerja ADRO pada kuartal III-2025 menunjukkan sinyal pemulihan. Perusahaan berhasil mencetak laba bersih sebesar US$126,64 juta (sekitar Rp2,1 triliun), meningkat dibandingkan kuartal II-2025 yang hanya mencapai US$98,24 juta (sekitar Rp1,6 triliun).
Kenaikan laba kuartalan ini didorong oleh stabilisasi harga batu bara global, efisiensi operasional di tengah fluktuasi pasar, optimalisasi produksi dan distribusi di wilayah strategis
Penurunan laba tahunan ADRO disebabkan oleh beberapa faktor eksternal dan internal, penurunan harga batu bara akibat tekanan permintaan global, kenaikan biaya produksi dan logistic, efek basis tinggi dari tahun sebelumnya yang mencatat rekor laba.
Namun, manajemen ADRO tetap optimistis terhadap prospek jangka menengah, terutama dengan strategi diversifikasi ke sektor energi terbarukan dan penguatan rantai pasok domestik.
ADRO diperkirakan akan fokus pada pengendalian biaya dan efisiensi operasional. Investasi di sektor energi hijau dan mineral strategis. Peningkatan volume ekspor ke pasar Asia dan Eropa
Dengan tren pemulihan yang mulai terlihat di kuartal III, ADRO memiliki peluang untuk menutup tahun 2025 dengan kinerja yang lebih stabil, meski tantangan global masih membayangi sektor komoditas.