Akuisisi Hyundai LNG Shipping oleh Afiliasi Sinar Mas Picu Kontroversi di Korsel

12/22/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana penjualan Hyundai LNG Shipping kepada Frontier Resources, perusahaan terafiliasi Sinar Mas Group, memicu protes publik Korea Selatan.

Adapun, konsorsium yang dipimpin oleh IMM Private Equity dan IMM Investment telah menandatangani share purchase agreement (SPA) untuk menjual 100% saham Hyundai LNG Shipping kepada Frontier Resources. Hyundai LNG Shipping merupakan salah satu perusahaan pengangkut gas alam cair atau LNG terbesar di Korea Selatan. Dilansir dari Business Korea, kesepakatan tersebut dilakukan pada 26 November 2025.

Adapun, nilai transaksi dari penjualan Hyundai LNG Shipping kepada Frontier Resources diperkirakan mencapai sekitar 3,8 triliun won Korea Selatan (termasuk utang) atau sekitar Rp43,05 triliun (asumsi kurs Rp11,3 per won), dengan nilai ekuitas bersih sekitar 400 miliar won atau sekitar Rp4,53 triliun. Sementara itu, dilansir dari Korea Times, IMM menyatakan bahwa sejak mengambil alih Hyundai LNG Shipping 11 tahun lalu, penjualan perusahaan tersebut menjadi prioritas. Sebab, firma ekuitas privat biasanya menjual perusahaan portofolio dalam sekitar 5 tahun untuk mengembalikan keuntungan kepada investor. IMM menambahkan, penjualan Hyundai LNG Shipping tidak akan mengganggu pasokan energi di Korea Selatan. Menurut IMM, operasi Hyundai LNG Shipping hanya mencakup kurang dari 6% total impor LNG untuk perusahaan negara Korea Gas Corp. (KOGAS). Di samping itu, IMM juga menyebut, Hyundai LNG Shipping bakal tetap beroperasi di Korea Selatan, meski telah dibeli oleh Frontier Resources. “Perusahaan akan terus beroperasi sebagai perusahaan berorientasi laba yang terdaftar di Korea, memenuhi semua kewajiban sebagai perusahaan pelayaran Korea terlepas dari perubahan pemegang saham,” kata IMM dikutip Minggu (21/12/2025). Diprotes Publik Kendati demikian, rencana penjualan Hyundai LNG Shipping kepada afiliasi Sinar Mas Group itu memicu protes publik Korea Selatan.

Warga Busan bahkan sampai turun ke jalan menentang rencana bisnis tersebut. Musababnya, masyarakat di Busan menilai bahwa transaksi ini dapat membuka jalan bagi pengambilalihan perusahaan lain yang dimiliki ekuitas privat seperti SK Shipping dan H-LINE Shipping, yang akan mengganggu infrastruktur transportasi energi Korea. Selain itu, penjualan Hyundai LNG Shipping juga menjadi ancaman serius terhadap visi maritim Presiden Lee Jae-myung. Masyarakat pun mendesak pemerintah untuk memblokir transaksi tersebut.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *