Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten seperti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) tengah bersiap menggelar aksi tambah modal melalui skema rights issue pada akhir tahun ini. Di tengah gelaran aksi rights issue, gerak saham sejumlah emiten beragam. INET menjadi salah satu emiten yang menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue jumbo senilai maksimal Rp3,2 triliun. Dalam aksi rights issue tersebut, INET menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Adapun, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD alias cum-right di pasar reguler dan negosiasi adalah hari ini, Selasa, 25 November 2025. Sementara, cum-right di pasar tunai jatuh pada 27 November 2025. Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), yakni GMFI juga akan menggelar rights issue dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 90,05 miliar saham baru Seri B. PT Angkasa Pura Indonesia (API) akan berpartisipasi dengan menyetorkan aset berupa lahan atau inbreng kepada GMFI seluas 972.123 meter persegi di kompleks GMF, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang senilai Rp5,6 triliun.
Sejumlah emiten seperti INET, GMFI, dan lainnya sedang mempersiapkan rights issue untuk menambah modal, dengan INET merencanakan rights issue senilai Rp3,2 triliun dan GMFI menawarkan 90,05 miliar saham baru. Harga saham beberapa emiten mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun, seperti CBRE yang naik 5.452,63% dan RISE yang melonjak 1.151,22%, sementara saham PANI turun 13,21%. Rights issue ini dinilai memiliki peluang penyerapan besar karena harga yang kompetitif dan narasi penggunaan dana yang jelas, meskipun investor tetap selektif berdasarkan fundamental dan prospek bisnis emiten.