Katadata.co.id-Saham-saham Grup Bakrie, khususnya BRMS, BUMI, dan ENRG, mengalami kebangkitan yang didorong oleh kenaikan harga komoditas dan aksi korporasi yang agresif. Salah satu pemicu utamanya adalah masuknya saham BRMS ke dalam indeks acuan investor global yang penting. Kinerja BRMS melonjak berkat kenaikan produksi dan harga emas, sedangkan BUMI melakukan diversifikasi ke sektor emas untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara. Di sisi lain, ENRG juga berekspansi secara agresif dengan rencana akuisisi blok minyak dan gas baru. Meskipun BRMS dinilai paling menonjol berkat tren positif harga emas, valuasinya tergolong premium sementara ENRG dianggap memiliki valuasi paling wajar. Keberlanjutan euforia saham ini sangat bergantung pada realisasi ekspansi dan perbaikan fundamental di tengah tantangan seperti utang tinggi dan volatilitas harga komoditas.
Kebangkitan saham-saham Grup Bakrie kembali mencuri perhatian investor pada akhir 2025. Sejumlah emiten di bawah grup ini mulai dari PT PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Ketiga saham ratusan persen dalam setahun terakhir, menjadikannya salah satu kelompok saham dengan kinerja terbaik di Bursa Efek Indonesia. Derasnya sentimen positif, dari kenaikan harga komoditas hingga aksi korporasi agresif, ikut memperkuat reli tersebut menjelang 2026. Salah satu pendorong utama euforia ini adalah masuknya saham BRMS dalam Indeks MSCI Global Standard yang menjadi indeks acuan penting bagi investor institusi global.