JAKARTA – Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank, bank digital Grup Emtek, masih mempertahankan reli harga tertinggi pascamelantai di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 17 Desember 2025, pekan lalu.
Harga saham SUPA kini sudah melonjak 93,7% dari harga IPO-nya di level Rp635, ditutup di level Rp1.230 pada Jumat (19/12) setelah terus menyentuh batas auto-reject atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut.
Hingga akhir pekan (19/12), antrean beli saham SUPA di pasar reguler masih tercatat 5,77 juta lot saham.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, market capitalisation SUPA telah menembus Rp41,27 triliun per pekan lalu (19/12), sehingga menduduki peringkat ke-8 dari 48 emiten di sektor perbankan.
Capaian ini mengalahkan market cap bank digital lain, seperti PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) milik CT Corp—Rp32,05 triliun—dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) di bawah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Rp27,17 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), reli harga saham SUPA bahkan mampu memberikan kontribusi positif pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini, meski hanya 7 poin.
IHSG memang ditutup melemah 0,59% ke level 8.609,55 pada Jumat (19/12) minggu ini, tertekan penurunan harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Namun, trio saham LQ45—PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)—serta SUPA tercatat masih menopang IHSG pekan ini.