BULL Incar Pendanaan Baru pada 2026

12/25/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

Bisnis.com, JAKARTA – Manajemen PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) menyebut potensi investor strategis yang berpeluang mendanai perseroan dalam ekspansi pengembangan armada kapal pada 2026. Emiten jasa angkutan migas dan LNG sebelumnya telah penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan jumlah maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi korporasi ini setara dengan penerbitan 1,41 miliar saham baru. Dalam prospektus perseroan Agustus lalu, calon investor yang akan mengeksekusi private placement tersebut adalah Fortune Street Limited (FSL) yang berbasis di Hong Kong. Manajemen menegaskan aksi korporasi ini tidak akan mengubah pengendali perseroan. Kala itu, perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp135 per saham, sehingga berpotensi memperoleh tambahan dana sekitar US$11,6 juta.  Buana Lintas Lautan Tbk. – TradingView Sementara itu, pada penutupan perdagangan hari ini Senin (22/12), harga saham BULL sudah berada di Rp378 per lembar sehingga investor baru sudah diberikan keuntungan di atas 100% setelah private placement.

 

Corporate Secretary BULL Krisnanto Tedjaprawira mengatakan, perseroan membuka peluang bagi investor lain untuk masuk melalui aksi korporasi lanjutan guna mendukung kebutuhan pendanaan ekspansi. “Apakah akan ada penambahan investasi Fortune Street Limited atau investor lain kami belum dapat memastikan, tapi akan ada kemungkinan-kemungkinan karena mode ekspansi kami di 2026 mengharuskan kami menggalang dana, baik dari sisi ekuitas maupun pinjaman bank, atau dari sisi obligasi yang terus akan kami pertimbangkan,” ujarnya dalam public expose daring, Senin (22/12/2025).

Krisnanto menambahkan, pencarian pendanaan akan tetap memperhatikan keseimbangan neraca keuangan perseroan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, debt to equity ratio (DER) BULL tercatat menyusut menjadi 57,80%, dibandingkan 84,50% pada akhir 2024. Adapun current ratio perseroan meningkat dari 65% pada 2024 menjadi 102% pada periode Januari–September 2025. Sementara itu, Direktur BULL Wong Kevin menilai kondisi rasio keuangan perseroan saat ini cukup kuat untuk mendukung ekspansi armada kapal pada tahun depan. Berdasarkan data di laman resmi perseroan, BULL pada 2021 mengoperasikan 32 kapal dengan total kapasitas 2,4 juta deadweight tonnage (DWT), meningkat signifikan dibandingkan 2013 yang hanya memiliki 8 kapal dengan kapasitas 208.793 DWT. “Kemampuan keuangan kami untuk bisa mengembangkan armada itu sekarang jauh lebih besar. Ini memberi kami keyakinan bahwa di tahun 2026 kami bisa meningkatkan armada minimal 50%,” ujar Kevin.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *