Investor Ramai Akumulasi Beli, IHSG Sukses Lanjut Unjuk Gigi
IHSG melonjak 1,16% ke 8.258,83 pada 3 November 2025. Sektor utilitas dan konsumer non-primer memimpin penguatan. Data ekonomi penting akan dirilis pekan ini.
Aktivitas pabrik China pada Oktober meleset dari ekspektasi, dengan PMI turun ke 50,6 akibat penurunan pesanan ekspor baru dan ketegangan perdagangan dengan AS.
Chandra Daya Investasi (CDIA) mencatat laba US$ 77,6 juta hingga kuartal III 2025, melonjak 267,7% dari tahun sebelumnya.
Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan tiga indeks baru bekerja sama dengan SdanP Dow Jones Indices.
IHSG Dibuka Menguat Tipis, Rupiah di Rp16.620/USD
Saham BREN menjadi penopang utama penguatan IHSG pagi ini.
IHSG memulai November dengan kuat, naik 1% ke level 8.250. Transaksi mencapai Rp 1,93 triliun dengan 332 saham menguat.
Rupiah menguat tipis 0,03% di awal pekan, mencapai Rp16.620/US$. Pergerakan dipengaruhi data inflasi dan penguatan dolar AS di pasar global.
IHSG terkoreksi 0,25% di akhir Oktober, asing masih aktif net buy.




