JAKARTA – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memberikan pinjaman US$95 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun (kurs Rp16.775/US$) kepada entitas terafiliasinya, Chandra Asri Capital Pte. Ltd. (CAC).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), CDIA dan CAC telah meneken Perjanjian Pinjaman senilai US$95 juta pada Kamis (18/12) pekan lalu. Fasilitas ini memiliki jangka waktu sampai 31 Desember 2030.
Menurut keterangan resmi, CDIA akan menyalurkan fasilitas kredit tersebut pada CAC untuk kegiatan operasional harian.
“Termasuk namun tidak terbatas untuk rencana investasi CAC di sektor penyediaan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar di Singapura,” tambah manajemen Perseroan dalam keterangan resmi, Senin (22/12).
Sebagai catatan, CAC merupakan anak usaha tidak langung PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang kini juga berfokus pada investasi SPBU di Singapura.
Seperti yang sudah diberitakan IDNFinancial.com sebelumnya, TPIA akan mengambil alih 59 SPBU Esso dari ExxonMobil di Singapura, yang diproyeksikan akan rampung akhir tahun ini.
Menurut manajemen, langkah ini merupakan bagian dari strategi Chandra Asri Group untuk memperkuat sinergi serta ekspansi usahanya.
“Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Grup Perseroan dalam mengembangkan bisnis energinya di Singapura,” ujar manajemen.
Untuk mendanai akuisisi besar-besaran tersebut, TPIA dilaporkan telah mengamankan pinjaman dari perusahaan investasi global KKR senilai US$750 juta, atau 75% dari total proyeksi nilai akuisisi US$1 miliar.
Selain itu, IDNFinancials.com juga sempat melaporkan rencana awal TPIA menerbitkan obligasi Rp1,5 triliun pada Januari 2026 mendatang.
Namun, manajemen mengklaim bahwa dana yang dihasilkan dari penawaran obligasi tersebut akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk pembelian bahan baku produksi untuk operasional usahanya.
Hingga akhir September 2025, TPIA mencatatkan total aset US$10,97 juta, dengan kas dan setara kas US$2,57 juta, dan liabilitas mencapai lebih dari 50% asetnya, US$6 juta.
Sementara itu, CDIA mencatat total aset US$1,6 miliar, dengan kas dan setara kas US$476,54 juta, dengan liabilitas hanya US$449,59 juta.