Bisnis.com, JAKARTA — Porsi saham PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) akan menyusut drastis usai aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue GMFI. Berdasarkan prospektus, dalam rights issue itu, GMFI akan menawarkan sebanyak-banyaknya 90,05 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp25 setiap saham. PMHMETD ini akan digelar mulai 22 Desember 2025 sampai 6 Januari 2026. Dalam aksi rights issue itu, PT Angkasa Pura Indonesia (API) akan berpartisipasi dengan menyetorkan aset berupa lahan atau inbreng kepada GMFI. Manajemen GMFI menyampaikan API bakal berpartisipasi dalam aksi korporasi tersebut dengan menyetorkan lahan seluas 972.123 meter persegi di kompleks GMF, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Skema ini dilakukan dengan pengalihan HMETD milik GIAA selaku induk GMFI kepada API melalui perjanjian jual beli HMETD. Selanjutnya, Angkasa Pura akan melaksanakan rights issue tersebut dengan mekanisme setoran inbreng aset.