Danantara Lelang Proyek Sampah Jadi Listrik di 7 Kota, Dimulai 6 November 2025

11/04/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamFinance

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan memulai proses lelang proyek Waste to Energy (WTE), atau pengolahan sampah menjadi listrik, pada 6 November 2025. Proyek ini merupakan bagian dari gelombang pertama yang mencakup tujuh kota/kabupaten, dan akan diperluas hingga mencakup 33 kota di seluruh Indonesi

Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade, menyatakan bahwa saat ini ketujuh kota tersebut sedang menjalani proses verifikasi kesiapan infrastruktur, termasuk ketersediaan lahan dan volume sampah yang cukup untuk mendukung operasional fasilitas WTE. Jika seluruh kota lolos verifikasi, maka tender akan dilakukan serentak. Namun, jika hanya sebagian yang siap, maka lelang akan tetap dimulai dengan kota-kota yang telah memenuhi syarat.

Proyek WTE ini bertujuan untuk mengubah sampah menjadi sumber energi listrik yang berkelanjutan. Mengurangi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan dampak lingkungan dari penumpukan sampah. Mendorong partisipasi investor dan penyedia teknologi, baik lokal maupun internasional

Setiap proyek WTE diperkirakan memiliki nilai investasi antara Rp2,3 triliun hingga Rp3,2 triliun, tergantung pada lokasi, kapasitas, dan teknologi yang digunakan.

Danantara telah menyusun Daftar Penyedia Teknologi (DPT) yang terdiri dari 24 perusahaan global yang akan berpartisipasi dalam tender. Proses seleksi akan mempertimbangkan efisiensi teknologi, dampak lingkungan, dan kesiapan implementasi di masing-masing kota.

Stefanus Ade menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah awal dari transformasi pengelolaan sampah di Indonesia. Jika berhasil, model ini akan menjadi acuan nasional dalam pengembangan energi terbarukan berbasis limbah.

Dengan dimulainya lelang pada 6 November, proyek WTE Danantara menjadi momentum penting dalam mendorong inovasi energi dan pengelolaan lingkungan di Indonesia. Investor, pemerintah daerah, dan masyarakat kini menanti hasil verifikasi dan pelaksanaan tahap awal proyek ini.

 


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *