Daya beli masih jadi tantangan, laba ROTI turun 45%

11/10/2025 — sahamcryptobagus@gmail.com, Saham Bagus TeamMarket

JAKARTA – Produsen roti merek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), membukukan laba bersih sebesar Rp136,7 miliar sepanjang Januari–September 2025.

Capaian ini turun 45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp248,8 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham tercatat Rp24,22 per saham.

Manajemen menyampaikan bahwa pemulihan daya beli konsumen masih menjadi tantangan utama.

“Namun tren volume permintaan produk roti dan kue yang mulai meningkat sejak awal 2Q25 berlanjut ke 3Q25, dipercaya menjadi momentum pertumbuhan hingga penghujung 4Q25 dan menyongsong tahun 2026,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/10).

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan ROTI tercatat Rp2,7 triliun hingga September 2025, turun 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,9 triliun.

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari segmen roti tawar, yang turun 10,72% menjadi Rp1,76 triliun hingga akhir September 2025. Sementara itu, segmen roti manis mencatat pendapatan turun 4,62% menjadi Rp1,20 triliun.

Hanya segmen kue dan lain-lain yang mencatat pertumbuhan, masing-masing sebesar 6,35% dan 18,69% secara tahunan.

Di sisi lain, ROTI membukukan beban pokok penjualan yang menyusut 3,25% menjadi Rp1,30 triliun per kuartal III 2025.

Sebagai catatan, ROTI telah mendirikan entitas anak baru PT Javasari Mitra Prima pada tahun lalu, yang saat ini memasok berbagai produk roti, kue dan pastries segmen premium untuk flagship store “JAVASARI” di kawasan Kebayoran Baru.

Dari sisi neraca, ROTI mencatatkan total aset senilai Rp3,63 triliun per September 2025, dengan liabilitas sebesar Rp1,70 triliun. (DH/ZH)


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *