Gilarsi Wahju Setijono menjual setengah kepemilikan sahamnya di VKTR, yakni 12,5 juta saham, dalam dua kali transaksi dengan harga rata‑rata sekitar Rp 1.035 per unit, menghasilkan pendapatan kotor Rp 12,9 miliar dan profit sekitar Rp 11,65 miliar dibandingkan harga beli asal. VKTR, yang awalnya berdiri pada 2007 sebagai PT Bakrie Steel Industries dan berfokus pada distribusi kendaraan komersial, beralih Maret 2022 menjadi perusahaan ekosistem kendaraan listrik komersial dengan target B2B dan pemerintahan serta tingkat komponen dalam negeri yang tinggi. Pada sesi perdagangan pukul 15.30, saham VKTR turun 90 poin atau 7,53 % ke Rp 1.105 per unit, namun sejak awal tahun harga sahamnya telah naik lebih dari 30 % selama bulan Januari.