Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal III-2025 Meski Sedikit Melambat

11/04/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus Teamnews

Jakarta, Sahambagus.co.id-Menjelang pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 5 November 2025, proyeksi pasar menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 akan tetap berada di atas ambang psikologis 5%. Berdasarkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi dan lembaga keuangan, pertumbuhan diperkirakan mencapai 5,01% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 1,40% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq).

Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12% (yoy), namun tetap mencerminkan resiliensi permintaan domestik dan stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global seperti perlambatan ekonomi Tiongkok, volatilitas harga komoditas, dan ketidakpastian geopolitik.

Para ekonom menilai bahwa pertumbuhan pada kuartal III-2025 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, terutama menjelang akhir tahun dan didorong oleh belanja masyarakat. Investasi yang stabil, meski belum menunjukkan akselerasi signifikan. Ekspor dan impor yang mulai pulih, meski belum menjadi motor utama pertumbuhan.

Menurut Prasasti Center for Policy Studies, laju pertumbuhan saat ini lebih bersifat stabil daripada ekspansif, mencerminkan kondisi ekonomi yang relatif terkendali.

Beberapa lembaga seperti Permata Institute for Economic Research (PIER) bahkan memperkirakan pertumbuhan bisa mencapai 5,04% (yoy), menunjukkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi domestik. Sementara itu, proyeksi dari Bloomberg yang menghimpun 30 ekonom menunjukkan median pertumbuhan sebesar 5,00% (yoy).

Sentimen pasar menjelang rilis data BPS cukup positif, dengan pelaku pasar menantikan konfirmasi atas kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Dengan proyeksi yang tetap solid di atas 5%, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Meski ada sedikit pelambatan, arah pertumbuhan tetap positif dan menjadi sinyal penting bagi investor, pembuat kebijakan, dan pelaku usaha untuk menjaga momentum pemulihan.

 


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *