SAHAMBAGUS.CO.ID-PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), emiten induk usaha Grup Bakrie, bersiap meluncurkan rights issue sebanyak 90 miliar saham baru. Rencana ini telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Februari 2026. Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk modal kerja serta pembayaran kewajiban perusahaan kepada kreditur, bertujuan mengoptimalisasi struktur pendanaan pasca akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) oleh anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), yang rampung pada 28 November 2025. Langkah ini diharapkan menurunkan rasio total pinjaman terhadap aset dan ekuitas perusahaan.
Kinerja saham BNBR menunjukkan lonjakan signifikan, naik 66,93% atau Rp85 menjadi Rp212 per saham dalam sebulan terakhir. Bahkan, dalam enam bulan, saham ini melonjak hingga 685,19% atau Rp185 per lembar, didorong oleh sentimen positif dari akuisisi tol Cimanggis-Cibitung senilai Rp3,56 triliun. Namun, pada penutupan perdagangan 19 Januari 2026, saham mengalami koreksi 9,40% atau Rp22 per lembar, dengan penurunan 5,36% sejak seminggu sebelumnya.
Per September 2025, BNBR mencatat total liabilitas Rp3,03 triliun, aset Rp7,19 triliun, dan ekuitas Rp7,19 triliun. Dengan jumlah saham beredar 173,41 miliar per Desember 2025, kepemilikan mayoritas dipegang oleh nonpengendali (98,72%), sementara pemilik akhir termasuk Aburizal Bakrie, Nirwan Dermawan Bakrie, dan Indra Usmansjah Bakrie. Aksi korporasi ini menjadi sorotan investor, menandai kebangkitan Grup Bakrie di sektor infrastruktur.