JAKARTA, Investor.id – PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO) memiliki nilai perusahaan US$ 3,95 miliar, berdasarkan metode sum of the parts (SOTP) kepemilikan saham di PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Artinya, saham ADRO sekarang ditransaksikan di bawah harga wajar.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, ADRO adalah perusahaan induk yang bergerak di sektor pertambangan, energi, mineral, dan layanan pendukung. ADRO berada dalam fase transisi dengan kinerja keuangan yang melemah, akibat turunnya harga batu bara global dan perubahan struktur bisnis setelah melepas sebagian aset batubara thermal pada 2024.
“Selama 2023-2024, margin laba kotor relatif stabil dan meningkat tipis dari 41% menjadi 42%, sedangkan margin EBITDA sedikit melemah dari 36% ke 34%,” tulis Phintraco, dikutip Kamis (17/12/2025).