EmitenNews.com – GMF Asia (GMFI) merancang right issue maksimal Rp6,21 triliun. Itu dengan menjajakan 90.050.687.400 helai alias 90,05 miliar lembar pada harga pelaksanaan Rp69. Pengeluaran saham seri B setara 70,56 persen itu, dibalut dengan nilai nominal Rp25.
Setiap pemegang 1 miliar saham lama dengan nama tercantum dalam daftar pemegang saham pada 23 Desember 2025 pukul 16.15 WIB mendapat 2.397.134.055 HMETD. Di mana, 1 HMETD berhak menebus 1 saham bBaru seri B bernominal Rp25 per lembar, dengan harga pelaksanaan Rp69.
Berdasar surat pernyataan Garuda Indonesia (GIAA) pada 10 Desember 2025, Garuda sebagai pemegang saham utama dengan memiliki 25.156.058.796 saham seri A, dan 9.093.245.600 saham seri B atau 91,171 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Jadi, Garuda berhak atas HMETD 82.100.173.900 saham baru seri B.
Garuda tidak akan melaksanakan seluruh haknya dan akan mengalihkan seluruh HMETD sesuai porsi kepemilikan kepada Angkasa Pura Indonesia (API). Atas seluruh HMETD milik Garuda yang dialihkan kepada API 82.100.173.900 saham baru seri B, berdasar surat pernyataan pada 10 Desember 2025, API akan melaksanakan seluruh HMETD hasil pengalihan.