JAKARTA – PT Hafar Daya Konstruksi (HDK), perusahaan migas lepas pantai yang baru diakuisisi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Petrosea Tbk (PTRO), mengungkap detail kontrak pengerjaan proyek Lapangan Hidayah milik Petronas.
“Kontrak yang telah diperoleh adalah proyek dengan anak usaha Petroliam Nasional Berhad (Petronas), yaitu Petronas Carigali North Madura II Ltd.,” konfirmasi manajemen dalam siaran resminya, Jumat (7/11).
Petronas Carigali North Madura II Ltd. adalah operator tunggal Wilayah Kerja (WK) North Madura II, setelah pihaknya menemukan cadangan minyak lewat pengeboran sumur Hidayah-1.
Pada proyek Pengembangan Lapangan Hidayah Tahap 1 ini, HDK akan menyediakan layanan Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) untuk Integrated Wellhead Central Processing Platform (WHCPP), serta Subsea Pipeline and Pipeline End Terminal (PLET).
Proyek ini resmi diteken tahun lalu, pada 9 November 2024. PTRO mengungkapkan bahwa porsi nilai pekerjaan HDK mencapai US$9,5 juta – atau setara dengan Rp156 miliar.
“Dalam pengerjaan proyek yang ditandatangani pada tanggal 9 November 2024 ini, HDK berkonsorsium dengan PT Gunanusa Utama Fabricators,” ujar manajemen HDK.
Gunanusa Utama Fabricators memang diketahui tengah menyewa unit kapal HAI LONG 106 jenis Pipe Laying & Lifting Vessel (PLLV) dengan sistem time charter dari PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).
Namun, Dito Danarianto Sudarbo, Wakil Presiden Direktur HDK, sekali lagi menegaskan bahwa perusahaannya tidak terafiliasi maupun bekerja sama dengan CBRE, sebagaimana sempat diberitakan di sejumlah media sebelumnya.
“Selain itu, konsorsium antara Hafar dan Gunanusa juga tidak menyewa kapal dari CBRE,” tegasnya.
Sebagai catatan, HDK merupakan perusahaan penyedia layanan Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) offshore, yang 51% sahamnya kini dimiliki emiten Prajogo Pangestu, PTRO, dan 49% sisanya dimiliki oleh emiten Happy Hapsoro, RAJA.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, segmen EPCI offshore ini tercatat mulai menyumbang pendapatan bagi PTRO sebesar US$5,9 juta pada kuartal ketiga 2025—atau setara dengan 1% total pendapatan.
IDNFinancials.com melaporkan bahwa PTRO memang menargetkan 4% dari pendapatan Perseroan pada 2025 berasal dari segmen EPCI lepas pantai tersebut, terutama setelah aksi akuisisi Grup Hafar. (ZH)