JAKARTA – PT Arsari Nusa Investama, bagian dari Arsari Group milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo, masuk sebagai salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menyatakan bahwa investasi ini merupakan bentuk dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital Indonesia.
Ia menegaskan bahwa Arsari Group memiliki visi sejalan dengan COIN dan dua entitas anaknya, yaitu PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
Keduanya diketahui sebagai pengelola bursa berjangka aset kripto Indonesia dan layanan kustodiannya, yang telah berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami melihat COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap menjadi katalis pembangunan industri aset digital nasional. Investasi ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi tentang membangun kedaulatan digital Indonesia,” ujar Aryo.
Aryo menegaskan bahwa seluruh langkah strategis Arsari Group berorientasi pada pembangunan berkelanjutan jangka panjang, dan memandang industri aset keuangan digital sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Aryo, dukungan regulasi yang semakin matang, khususnya setelah pengawasan aset digital beralih ke OJK, menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk menjadi pusat inovasi dan perdagangan aset digital di Asia Tenggara.
Sejalan dengan itu, manajemen COIN juga menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah menjadi salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia.
Data OJK hingga Oktober 2025 mencatat lebih dari 18 juta pengguna dengan nilai transaksi mencapai Rp409,56 triliun, sedangkan laporan 2025 Global Crypto Adoption Index dari Chainalysis juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia.
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyambut positif langkah tersebut. Ia menyebut kehadiran Arsari Group sebagai penguat tata kelola korporasi serta pendorong kepercayaan publik terhadap industri aset digital.
“Masuknya Arsari Group memberikan nilai tambah signifikan bagi COIN dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri aset digital,” kata Ade.
Dengan pengalaman lintas sektor dan jaringan global yang dimiliki Arsari Group, COIN diyakini dapat mempercepat pengembangan produk inovatif yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Sejak awal IPO pada bulan Juli hingga saat ini, Rabu (10/12), harga saham COIN meroket hingga 3.990% ke level 4.090 dibandingkan harga IPO sebesar Rp100 per lembar.
Dalam sebulan terakhir saja, saham COIN naik 23,19% namun pada perdagangan saham hari ini merosot 520 poin atau 11,28%.
Sebagai catatan, ini bukanlah investasi pertama Arsari Group di pasar modal Indonesia. PT Arsari Sentra Data tercatat masuk sebagai salah satu investor PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) pada Agustus 2025 lalu, melalui PT Investasi Sukses Bersama, yang kini menguasai 54,4% saham WIFI.