JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri suspensi perdagangan saham dan waran PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) di seluruh pasar mulai sesi I perdagangan saham besok, Rabu (10/12).
Berdasarkan data IDNFinancials.com, perdagangan saham dan INET dihentikan sementara (suspensi) sejak Kamis (4/12) pekan lalu, karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Harga saham INET memang melonjak tajam dalam sebulan terakhir, atau dari harga penutupan perdagangan 10 November 2025 lalu, yaitu mencapai 93,75%.
Jika ditarik lebih jauh lagi, sejak awal November 2025, kenaikan harganya bahkan sudah menyentuh 174,82% hingga penutupan perdagangan Rabu (3/12) pekan lalu di level Rp775 per lembar.
INET memang tengah merencanakan dua aksi korporasi besar, termasuk rights issue Rp3,2 triliun dan penerbitan obligasi Rp1 triliun – yang ditargetkan rilis pada 2026 mendatang.
Namun, sebagai catatan, rights issue INET belum dieksekusi hingga kini, meskipun jadwal pelaksanaan Hak Memilih Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sudah lewat – yang seharusnya dilaksanakan pada 1-5 Desember 2025.
“Untuk Right Issue sendiri, Perseroan masih menunggu jawaban dari OJK, saat ini kita sudah REG 2,” ujar manajemen dalam Paparan Publik Insidentil 1 Desember 2025 lalu.
Dengan pendanaan dari dua aksi korporasi tersebut, pada tahun 2026-2027, INET akan menyasar perluasan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) di Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat, serta proyek FTTH di Pulau Jawa.
Kemudian, INET juga akan meresmikan kontrak IRU dan memasarkan penyewaan Submarine Cable Jakarta-Batam dan Batam-Singapura.