SAHAMBAGUS.CO.ID-PT Intiland Development Tbk (DILD) terus memperluas sayapnya dengan memasuki bisnis data center. Langkah strategis ini dilakukan melalui kolaborasi dengan ION Network untuk meluncurkan DC Land di Intiland Tower Surabaya. Di tengah ekspansi ini, investor legendaris Lo Kheng Hong tetap mempertahankan dan bahkan menambah kepemilikan saham besarnya di DILD, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Langkah Intiland ini sejalan dengan boom industri data center di Indonesia, yang diproyeksikan mencapai kapasitas 2,7 GW pada 2030. DILD melihat peluang besar untuk mengoptimalkan aset properti existing-nya menjadi sumber recurring income yang stabil.
DC Land Surabaya: Data Center Tier 3 di Jantung Kota
Intiland resmi meluncurkan layanan DC Land di Intiland Tower Surabaya dengan kapasitas awal 3 MW. Fasilitas ini dirancang sebagai data center Tier 3 yang memenuhi standar internasional, menyasar kebutuhan perusahaan teknologi, cloud provider, serta bisnis digital di kawasan Indonesia Timur.
Kolaborasi dengan ION Network memadukan keahlian Intiland di bidang pengembangan properti dan infrastruktur gedung dengan kompetensi teknis ION Network sebagai Network Access Provider. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu pusat data terbesar di Surabaya dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Jawa Timur.
Menurut manajemen Intiland, masuknya bisnis data center merupakan bagian dari strategi diversifikasi untuk meningkatkan nilai aset properti sekaligus menciptakan pendapatan berulang yang lebih kuat di tengah fluktuasi sektor properti konvensional.
Lo Kheng Hong Tetap Loyal Koleksi Saham DILD
Investor kawakan Lo Kheng Hong terus menunjukkan kepercayaannya terhadap Intiland. Per Februari 2026, Lo Kheng Hong tercatat memiliki sekitar 695,3 juta saham DILD atau setara 6,71% kepemilikan. Bahkan pada 6 Februari 2026, ia kembali membeli tambahan 269.000 saham.
Kepemilikan Lo Kheng Hong di DILD sudah bertahan lama dan terus bertambah secara bertahap sejak akhir 2025. Banyak analis melihat ini sebagai sinyal positif, karena Lo Kheng Hong dikenal sebagai value investor yang sangat selektif dan fokus pada perusahaan dengan fundamental kuat serta prospek pertumbuhan jangka panjang.
Berikut data kepemilikan terkini Lo Kheng Hong di DILD:
| Tanggal | Jumlah Saham | Persentase | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Des 2025 | ~694 juta | 6,70% | +1 juta saham |
| 6 Februari 2026 | 695,338,100 | 6,71% | +269.000 saham |
Prospek Cerah di Tengah Tren Data Center Nasional
Ekspansi DILD ke data center datang pada waktu yang tepat. Dengan pertumbuhan cloud computing, AI, dan ekonomi digital Indonesia yang pesat, permintaan fasilitas data center terus melonjak. Surabaya sebagai kota kedua terbesar di Indonesia menjadi lokasi strategis untuk melayani pasar Jawa Timur dan Indonesia Timur.
Analis memproyeksikan bahwa bisnis data center bisa menjadi penyumbang recurring income baru yang signifikan bagi Intiland di masa depan, sekaligus meningkatkan valuasi perusahaan.
Bagi investor, saham DILD kini menjadi salah satu emiten properti yang menarik karena kombinasi antara portofolio properti existing yang kuat di Jakarta dan Surabaya plus diversifikasi ke sektor teknologi yang sedang booming.
Langkah Intiland Development memasuki bisnis data center melalui DC Land Surabaya menandai transformasi perusahaan dari pure property developer menjadi perusahaan dengan diversifikasi lebih modern. Kepercayaan Lo Kheng Hong yang terus menambah kepemilikan saham menjadi endorsement kuat bahwa prospek DILD ke depan masih sangat menjanjikan.
Bagi investor, ini bisa menjadi momentum untuk mengamati lebih dekat saham DILD, terutama di tengah gelombang investasi data center yang sedang melanda Indonesia.