Investor Menanti Rilis Data Ekonomi AS, Wall Street Lesu

12/16/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Senin (15/12/2025) waktu setempat seiring kewaspadaan investor menjelang rilis data ketenagakerjaan AS. Pelaku pasar juga tengah mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed. Melansir Reuters pada Selasa (16/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 91,77 poin atau 0,19% ke level 48.366,28. Indeks S&P 500 melemah 6,04 poin atau 0,09% menjadi 6.821,37, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 73,95 poin atau 0,32% ke posisi 23.121,22. Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, enam sektor mencatatkan penguatan dengan sektor kesehatan memimpin kenaikan sebesar 1,1%. Sebaliknya, saham sektor energi menjadi penekan terbesar setelah anjlok 1,3%. Pelaku pasar kini menanti rilis data nonfarm payroll untuk Oktober dan November 2025, yang dijadwalkan terbit akhir pekan ini, bersamaan dengan laporan penjualan ritel, aktivitas bisnis, dan inflasi. Data ketenagakerjaan Oktober sebelumnya sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) pada awal kuartal ini.

Chief Investment Officer BMO Family Office, Carol Schleif, mengatakan bahwa pasar saat ini masih kesulitan mencari sentimen utama, di tengah keengganan menaruh seluruh harapan pada saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan minimnya data yang tersedia.  “Investor cenderung menahan napas menjelang rilis data ketenagakerjaan pekan ini dan menilai apakah data tersebut mendukung pemangkasan suku bunga lebih lanjut,” jelasnya.

Pada Jumat pekan lalu, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan penurunan harian terdalam dalam lebih dari tiga pekan, dipicu kekhawatiran terhadap inflasi serta investasi AI yang didorong oleh utang. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati laporan yang menyebutkan pencalonan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sebagai calon ketua Federal Reserve (The Fed) menghadapi penolakan dari sejumlah pihak yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Spekulasi mengenai sosok kandidat terdepan terus menguat menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell pada Mei 2026.

Harapan akan terpilihnya ketua The Fed yang cenderung dovish turut mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga pada tahun depan. Pada hari yang sama, Presiden The Fed New York menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga yang dilakukan bank sentral pekan lalu menempatkan The Fed pada posisi yang baik. Sementara itu, salah satu gubernur The Fed menilai tingkat inflasi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan dinamika keseimbangan antara penawaran dan permintaan.

 


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *