Kans KFC Indonesia (FAST) Raih Untung 2026 Usai Disuntik Dana Jumbo Salim-Haji Isam

11/30/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus Teamnews

Bisnis.com, JAKARTA — PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST), pengelola KFC, masih mencatatkan rugi pada 2024–2025. Namun perbaikan operasional, efisiensi biaya, dan suntikan dana dari Grup Salim serta jaringan Haji Isam memberi peluang bagi FAST untuk kembali mencatatkan laba pada 2026. Berdasarkan laporan keuangannya, FAST masih membukukan rugi bersih sebesar Rp239,58 miliar per kuartal III/2025, meskipun ruginya susut 56,99% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp557,08 miliar. Direktur Fast Food Indonesia Wachjudi Martono mengatakan pada keseluruhan tahun ini, FAST pun diproyeksikan masih merugi dengan total Rp329 miliar. Adapun, proyeksi rugi FAST pada 2025 menyusut dibandingkan 2024 sebesar Rp798 miliar. FAST kemudian diproyeksikan mampu meraup untung pada 2026. “Di dalam forecast kami, kami akan bukukan laba di tahun 2026,” kata Wachjudi dalam public expose pada Jumat (28/11/2025).

PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) diproyeksikan akan meraih laba pada 2026 setelah mengalami kerugian pada 2024-2025, didukung oleh perbaikan operasional dan suntikan dana dari Grup Salim dan jaringan Haji Isam. FAST mendapatkan tambahan modal melalui penerbitan saham baru dan divestasi anak usaha, yang digunakan untuk pembelian persediaan, pembayaran kewajiban lancar, dan efisiensi operasional. FAST berencana membuka 60 gerai baru pada 2026 sebagai bagian dari target jangka panjang untuk mengoperasikan 1.000 gerai pada 2030, dengan investasi total Rp300 miliar yang didanai dari kas internal dan skema kerja sama usaha.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *