Kata Bos WIFI soal Harga Saham

12/15/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

JAKARTA, investor.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) optimistis percepatan ekspansi jaringan telekomunikasi dan penguatan ekosistem internet rakyat, sejalan dengan strategi investasi agresif yang diyakini mampu menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Namun demikian, dalam jangka pendek berdampak pada tekanan profitabilitas akibat meningkatnya beban bunga.

Menjelaskan hal itu Direksi Solusi Sinergi Digital Shannedy Ong membeberkan koreksi harga saham yang terjadi belakangan ini tidak mencerminkan pelemahan fundamental, melainkan penyesuaian pasar atas fase ekspansi besar-besaran yang tengah dijalankan perseroan.

Lantaran, sepanjang 2025, WIFI meningkatkan belanja modal secara signifikan yang dibiayai antara lain melalui penerbitan obligasi, sehingga total utang obligasi melonjak dari sekitar Rp 600 miliar menjadi Rp 2,5 triliun.

“Peningkatan beban bunga yang tercermin pada laporan laba rugi kuartal III 2025 merupakan biaya pertumbuhan. Dana obligasi tersebut kami gunakan sepenuhnya untuk investasi infrastruktur jaringan yang produktif. Ini adalah fase menanam sebelum perseroan memasuki fase panen pendapatan di periode mendatang,” ujarnya dalam konferensi eprs, belum lama ini.

Ia menambahkan, prospek jangka panjang WIFI juga diperkuat dengan masuknya NTT East, perusahaan telekomunikasi asal Jepang, sebagai pemegang saham di anak usaha perseroan pada Juli 2025. Manajemen menilai kemitraan strategis ini menjadi validasi global atas kualitas aset dan model bisnis WIFI, meskipun dampak sinergi operasional dan transfer teknologi baru akan terlihat dalam horizon enam hingga 12 bulan ke depan.

“Kemitraan dengan NTT East adalah katalisator pertumbuhan jangka panjang. Dampaknya belum sepenuhnya tercermin pada kinerja keuangan maupun valuasi saham saat ini, karena membutuhkan waktu inkubasi,” kata Shannedy.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *