Kinerja Bandar Nikel Meledak, Target Saham Dikerek Tinggi

12/25/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

JAKARTA, Investor.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), perusahaan nikel terbesar di Indonesia, membukukan ledakan kinerja keuangan pada kuartal III-2025. Saham MBMA pun memanas, mendorong broker mengerek target harga ke level tinggi.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, EBITDA MBMA tumbuh 22% per September 2025, sejalan dengan efisiensi beban pokok pendapatan. Namun, pendapatan MBMA turun 32% menjadi US$934 juta, setelah pemberhentian produksi nikel matte.

Penurunan pendapatan, tulis broker ini, mendorong berkurangnya beban pokok pendapatan sebesar 38%, sehingga mendongkrak EBITDA menjadi US$140 juta. Sebagian besar EBITDA MBMA ditopang oleh segmen NPI yang menjadi fokus MBMA dalam produksi olahan nikel dengan biaya produksi yang lebih murah. Hal tersebut juga didorong melalui tambang SCM sebagai pemasok 80% bijih nikel pada fasilitas RKEF di MBMA.

“Laba bersih MBMA naik 69% secara kuartalan menjadi US$16 juta pada kuartal III-25 yang membuat akumulasi mencapai US$25 juta. Ini didorong oleh keuntungan bersih entitas asosiasi yang naik signifikan menjadi US$14 juta,” tulis Phintraco, dikutip Rabu (23/12/2025).

Sementara itu, produksi bijih saprolit dan limonit MBMA masing-masing tercatat sebesar 4.5 juta dan 9.9 juta per September 2025, yang mayoritas bersumber dari tambang nikel SCM. Hasl itu sejalan dengan target perusahaan di kisaran 6–7 juta dan 12.5–15 juta wmt, dengan biaya kas masing-masing sebesar US$23,3 per ton dan US$7,9 per ton, atau berada di bawah target perusahaan.

Di sisi lain, produksi NPI MBMA turun 17% akibat pemeliharaan RKEF yang telah dijadwalkan. Meski demikian, MBMA mencatatkan margin NPI yang kuat sebesar US$1,866 per ton yang didorong oleh berkurangnya ketergantungan pasokan saprolit pihak ketiga serta penggunaan energi yang lebih terintegrasi, sehingga biaya kas turun 8%.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *