Kinerja WIFI Dibongkar, Keluar Harga Segini

12/17/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

JAKARTA, investor.id – Agresivitas PT Solusi Sinergi Digital TBk (WIFI) dalam berekspansi khususnya pada sektor FTTH, mendorong analis untuk meningkatkan target harga saham WIFI dengan potensi upside mencapai double digit.

Analis BCA Sekuritas Selvi Oktaviani menilai kinerja WIFI pada kuartal III-2025 relatif sejalan dengan ekspektasi dari sisi pendapatan, meskipun laba bersih tercatat di bawah proyeksi akibat tekanan pada segmen periklanan. Namun, lonjakan kinerja segmen telekomunikasi menjadi faktor utama yang menopang prospek jangka menengah perseroan.

“Segmen telekomunikasi melonjak 234% secara tahunan, menandakan proyek FTTH mulai berkontribusi signifikan. Ke depan, segmen ini diperkirakan menjadi kontributor utama sekaligus penggerak pertumbuhan WIFI,” ujar Selvi dalam risetnya dikutip Selasa (16/12/2025).

Pada kuartal III-2025, WIFI membukukan laba bersih sebesar Rp 32,2 miliar, turun 48,3% secara tahunan (yoy) dan 78% secara kuartalan (qoq). Margin laba bersih pun menyempit menjadi 6,4%. Secara kumulatif pada sembilan bulan pertama 2025, laba bersih tercatat Rp 260 miliar, tumbuh 71% yoy dan telah mencapai 76,3% dari proyeksi BCA Sekuritas untuk tahun buku 2025.

Sementara itu, EBITDA masih tumbuh 77% yoy dan 7,5% qoq, meski margin EBITDA turun ke 50,5%, mengakhiri tren margin di atas 75% selama enam kuartal sebelumnya. Penurunan margin terutama dipicu oleh segmen periklanan yang mencatat EBITDA negatif, sementara margin EBITDA segmen telekomunikasi tetap solid di level 71,5%.

Dari sisi top line, pendapatan kuartal III-2025 melonjak 156% yoy dan 78% qoq menjadi Rp 501 miliar. Segmen telekomunikasi menyumbang 91% dari total pendapatan, dengan pertumbuhan kuat dari segmen B2C, sedangkan pendapatan periklanan turun 25,6% yoy. Secara kumulatif, pendapatan sembilan bulan pertama mencapai Rp 1,0 triliun, naik 101% yoy.

Hingga September 2025, WIFI telah memiliki 1,5 juta homepasses, meningkat pesat dari 876 ribu pada Juni 2025. Dalam satu kuartal, perseroan menambah 627 ribu homepasses, dengan jumlah pelanggan sekitar 831 ribu. Tingkat take-up rate mencapai 55%, jauh di atas rata-rata industri sekitar 20%.

Dari sisi keuangan, neraca dan arus kas dinilai tetap sehat. Arus kas operasi berbalik positif menjadi Rp 146 miliar pada kuartal III-2025. Perseroan juga berhasil menghimpun dana Rp 5,9 triliun dari rights issue dan Rp 2,5 triliun dari penerbitan obligasi untuk mendukung belanja modal. Per September 2025, WIFI berada pada posisi kas bersih dengan rasio lancar 3,4 kali.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *