BNBR mencatat laba bersih sekitar Rp 502 miliar, naik hampir 50 % YoY, sementara pendapatan bersih Rp 3,74 triliun turun sedikit YoY; pendapatan utama berasal dari BMI, VKTR, dan BIIN. Setelah menyelesaikan kuasi reorganisasi yang menghapus defisit ekuitas Rp 19,5 triliun, neraca perusahaan menjadi lebih sehat, mempermudah pendanaan dan membuka peluang pembagian dividen. Direktur Utama Anindya Novyan Bakrie menyampaikan keputusan dividen akan ditetapkan pada RUPS mendatang setelah kajian internal kesiapan fiskal, dengan harapan meningkatkan minat investor dan likuiditas saham.