Pada Januari 2026 Superbank mencatat total penyaluran kredit Rp 10,05 triliun (naik 56 % yoy), dana simpanan Rp 12,55 triliun (naik 123 % yoy), dan net interest income (NII) Rp 179,68 miliar (naik 105 % yoy); pre‑provision operating profit (PPOP) mencapai Rp 75 miliar (+1.631 % yoy) dengan laba bersih sekitar Rp 31,84 miliar, sementara Cost to Income Ratio (CIR) berada di 61 % dan rasio kredit bermasalah (NPL) 2,3 %. Pertumbuhan kredit didorong oleh produk pinjaman digital Pinjaman Atur Sendiri dan integrasi dengan ekosistem Grab, yang meluncurkan fitur onboarding pinjaman langsung di aplikasi Grab, meningkatkan volume pencairan bulanan hingga 400 % dan menambah basis nasabah menjadi sekitar 6,2 juta. Superbank resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2025 dengan harga IPO Rp 635 per saham, mengumpulkan dana Rp 2,79 triliun; pemegang saham utama seperti A5‑DB Holdings dan Elang Media Visitama melakukan pembelian tambahan pada Desember 2025 dan Februari 2026, meningkatkan kepemilikan masing‑masing menjadi sekitar 13,9 % dan 27,6 % dari total saham.