JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (5/11), menampilkan aksi pengendali PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang terus mengakumulasi saham.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kali ini membeli 1,58 juta lembar saham EMAS, lewat PT Samuel Sekuritas Indonesia. Total saham MDKA di EMAS kini mencapai 9,28 miliar lembar atau 57,36%.
Selanjutnya, Providentia Wealth Management Ltd menjadi pemegang 14,43% saham yang baru di perusahaan kemasan plastik PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), setelah membeli 230,45 juta saham lewat PT Indo Premier Sekuritas.
PT Samuel Tumbuh Bersama menambah sahamnya di produsen kelapa sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) sebanyak 133,06 juta lembar. Investor ini menuntaskan transaksi lewat PT Samuel Sekuritas Indonesia, membuat porsinya di NSSS kini naik ke 30,56%.
JPMorgan Chase Bank NA Singapore Branch juga terus menambah saham di perusahaan properti PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA), kali ini sebanyak 1,45 juta lembar dan membuat porsi kepemilikannya jadi 19,82%. PT Bank HSBC Indonesia memfasilitasi pembelian saham tersebut.
Investor ternama Indonesia, Lo Kheng Hong, juga membeli 200 ribu saham produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Porsi kepemilikannya pun meningkat ke 5,74% setelah menyelesaikan transaksi lewat PT Sinarmas Sekuritas,.
Di sisi lain, PT Vina Nauli Jordania menjual 50 juta saham perusahaan konstruksi PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) lewat PT Trust Sekuritas. Sahamnya kini tidak sampai 16%.
HSBC-Fund SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self menjual 49,37 juta lembar saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) lewat PT Bank HSBC Indonesia, sehingga sahamnya turun tipis ke 8,66%.
PT MNC Sekuritas lalu memfasilitasi penjualan 2,95 juta lembar saham perusahaan media PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang dilakukan oleh PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Saham MNCN di MSIN kini di kisaran 8,77%.
Perusahaan produk makanan laut PT Sekar Laut Tbk (SKLT) melepas 580 ribu lembar sahamnya sendiri lewat PT BNI Sekuritas. Sisa saham saham treasury miliknya kini sebesar sebesar 9,73%.
Penjualan saham terakhir dilakukan oleh Low Tuck Kwong. Ia menjual 221 ribu saham perusahaan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Maybank Sekuritas Indonesia. Saat ini ia masih mengendalikan sekitar 40,23% saham BYAN. (KD/KR)