Lonjakan Harga Emas Akibat Ketegangan Dagang AS–China

10/13/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamSahambagus Yunus

Jakarta, Sahambagus.co.id-Pada Oktober 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru sebesar 100% terhadap produk impor dari China, sebagai respons atas pembatasan ekspor mineral tanah jarang oleh Beijing. Langkah ini langsung memicu ketegangan dagang global, dan pasar bereaksi dengan cepat.

Salah satu dampak paling mencolok adalah lonjakan harga emas dunia, yang dikenal sebagai aset lindung nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Pada 10 Oktober 2025, harga emas dunia menembus level USD 4.000 per troy ounce, dan bahkan diprediksi bisa mencapai USD 6.000 jika ketegangan terus berlanjut.

Menurut analis pasar, harga emas sempat menyentuh USD 4.060 dan bertahan di kisaran USD 4.047 dalam sesi perdagangan Asia-Oceania.

Sebelumnya, harga emas spot juga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD 3.164,9 per ons, hanya dua jam setelah pengumuman tariff.

Beberapa faktor yang mendorong reli harga emas antara lain adalah ketegangan dagang AS–China yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Pembatasan ekspor mineral strategis oleh China, yang berdampak pada industri teknologi dan manufaktur AS. Ketidakpastian politik di AS dan Eropa, yang membuat investor mencari aset aman. Kebijakan moneter The Fed, yang cenderung dovish dan mendukung aset non-yield seperti emas.

Analis memperkirakan bahwa jika konflik dagang terus bereskalasi, harga emas bisa terus naik dan menjadi instrumen utama lindung nilai bagi investor global. Kenaikan ini juga berdampak pada Harga perhiasan dan logam mulia di pasar ritel. Kinerja saham perusahaan tambang emas. Stabilitas mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kenaikan tarif 100% oleh Presiden Trump terhadap China telah memicu lonjakan harga emas dunia, mencerminkan kekhawatiran pasar dan pergeseran besar ke aset aman. Proyeksi ke depan menunjukkan potensi reli lanjutan jika ketegangan dagang tidak mereda.

 


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *