Maharaksa Biru Energi Merugi Rp13,32 Miliar

11/08/2025 — sahamcryptobagus@gmail.com, Saham Bagus TeamFinance

Jakarta -PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) membukukan kinerja keuangan negatif di kuartal tiga 2025. Dimana emiten energi baru terbarukan ini mencatatkan rugi bersih Rp13,32 miliar, berbanding dengan laba bersih yang dibukukan perseroan pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp697,59 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Kemudian pendapatan usaha neto OASA selama sembilan bulan pertama 2025 mencapai Rp30,65 miliar. Angka ini turun 39,42% dibanding Rp50,59 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Bila dibedah lebih rinci, pendapatan dari segmen jasa konstruksi susut 29,64% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp23,72 miliar.

Per kuartal III/2025 ini, OASA sama sekali tidak mendulang pundi-pundi dari segmen jasa konsultasi dan penjualan barang, yang pada periode yang sama tahun lalu kedua segmen ini menyumbang masing-masing Rp11 miliar dan Rp119,86 juta. Sementara itu, pendapatan dari segmen woodchip yang naik 20,34% YoY menjadi Rp6,92 miliar tak mampu menopang total pendapatan yang dibukukan perseroan selama sembilan bulan pertama di 2025 ini.

Sebaliknya, ketika pendapatan usaha menurun, beban pokok pendapatan justru naik 4,28% dari Rp24,43 miliar menjadi Rp25,47 miliar. Rinciannya, beban dari jasa konstruksi naik 1,32% YoY menjadi Rp20,50 miliar dan beban woodchip melesat 21,17% YoY menjadi Rp4,97 miliar.

Sementara itu, beban penjualan barang yang periode kuartal III/2024 tercatat sebesar Rp92,40 juta, periode yang sama di 2025 ini tidak dicatatkan perusahaan. Dengan kinerja tersebut, laba kotor OASA selama sembilan bulan pertama 2025 ini terpangkas 80,23% dari Rp26,16 miliar menjadi Rp5,17 miliar.

Dari angka tersebut, perseroan juga turut menanggung beban usaha yang naik 26,22% YoY menjadi sebesar Rp29,85 miliar, beban keuangan yang melonjak 88,10% YoY menjadi Rp2,50 miliar serta pajak penghasilan final sebesar Rp628,64 juta. Meskipun ada pendapatan lain-lain yang mencapai Rp13,81 miliar, tak bisa menghindarkan perseroan dari rugi periode berjalan sebesar Rp14,37 miliar. Kinerjanya berbalik dibandingkan laba periode berjalan mencapai Rp143,16 juta pada periode yang sama di tahun lalu.

Sebagai informasi, sebelumnya OASA dikabarkan ambil bagian dalam proyek Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia. Meski tak masuk dalam daftar 24 perusahaan yang akan ikut lelang, aksi Maharaksa dalam beberapa waktu terakhir mengarah ke proyek itu.

Sementara Danantara sendiri telah mengumumkan 24 daftar peserta yang lolos seleksi untuk masuk ke dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) pada Pemilihan Mitra Kerja Sama Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) pembangkit sampah. Dari 24 nama tersebut, muncul nama China TianYing Inc (CNTY). China Tianying Inc. merupakan perusahaan global yang berfokus pada pengembangan energi bersih nol karbon.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *