Manuver Telkom (TLKM) Spin Off Aset Rp 90 Triliun ke InfraNexia

12/22/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus Teamnews

Katadata.co.id- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi memisahkan atau spin off bisnis dan aset wholesale fiber connectivity (Tahap-I) ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia.  Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebut, nilai aset InfraNexia pada tahap pertama spin-off mencapai Rp 35 triliun. Sedangkan total nilai aset InfraNexia setelah proses spin off rampung diproyeksi mencapai Rp 90 triliun.

Dalam rencana tersebut, Telkom akan mengalihkan hampir seluruh bisnis dan aset Fiber Connectivity sebanyak 99,99% ke InfraNexia. Pada tahap awal, pengalihan kepemilikan baru direalisasikan sebesar 50%. “Ini merupakan tindakan yang menjanjikan untuk masa depan Telkom Group dan approval itu menunjukkan kepercayaan yang sangat tinggi pada corporate action kami. Pemisahan aset ini juga sebagai bagian bagaimana kami memenuhi tujuan pemerintah untuk digitalisasi,” ujar Seno di Gedung Telkom Hub, Jakarta, Kamis (18/12).  Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke dalam entitas baru merupakan bagian dari strategi transformasi TLKM 30 yang dijalankan Telkom. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mempercepat pembangunan ekosistem konektivitas digital yang inklusif dan merata di Indonesia.

PT Telkom Indonesia resmi melakukan pemisahan (spin-off) bisnis dan aset konektivitas serat optik wholesale ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia). Nilai aset pada tahap pertama ini mencapai Rp 35 triliun dari total proyeksi Rp 90 triliun setelah proses rampung. Langkah korporasi ini merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan untuk mempercepat pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata. Infranexia diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Telkom melalui optimalisasi aset infrastruktur. Infranexia akan berfokus mengembangkan bisnis fiber, mendorong efisiensi, dan membuka ruang kemitraan strategis. Entitas ini diharapkan dapat menjaga netralitas layanan seiring dengan target pengembangan bisnis di luar Telkom Group.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *