JAKARTA – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kembali mencatatkan kerugian meski membaik 48,14% secara tahunan. Rugi bersih emiten tambang logam Merdeka Group ini mencapai US$34,76 juta pada akhir September 2025.
Di sisi lain, pendapatan MDKA tercatat ambles 22,82% menjadi US$1,29 miliar, akibat penurunan penjualan emas, silver, katoda tembaga, nickel pig iron (NPI), nikel matte, dan bijih nikel limonit, baik di pasar domestik maupun ekspor.
Penjualan komoditas tersebut di pasar domestik merosot 7,89% menjadi US$948,95 juta, sedangkan pendapatan pasar ekspor ambles 45,94% menjadi US$346,95 juta.
Lebih rinci lagi, kontribusi pendapatan dari proyek nikel MDKA yang dipimpin oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga ambles 49,31% menjadi US$934,99 juta.
Sebagai catatan, meski pendapatan ambles, MBMA berhasil mencatatkan peningkatan laba hingga 26,21% menjadi US$25,31 juta, berkat lonjakan bagian dari entitas asosiasi.
Tak hanya itu, tambang tembaga Wetar juga melaporkan penurunan kontribusi hingga 48,30% menjadi US$68,67 juta.
Satu-satunya proyek MDKA yang menunjukkan peningkatan kontribusi hanya Proyek Tujuh Bukit, yang memproduksi emas dan tembaga. Pendapatan Tambang Tujuh Bukit naik 7,76% menjadi US$281,38 juta.
Selain itu, terdapat pendapatan lain-lain yang melonjak 6,43 kali lipat menjadi US$2,02 juta. Pendapatan lain-lain ini termasuk pendapatan dari PT Puncak Emas Tani Sejahtera, anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), serta PT Merdeka Industri Ananta, entitas asosiasi MBMA.
Namun, beban pokok pendapatan MDKA hingga akhir September 2025 menyusut signifikan, yang membuat Perseroan masih mambu membukukan laba periode berjalan—yang menghitung kepentingan non-pengendali—sebesar US$14,29 juta.
MDKA mencatatkan total aset US$5,61 miliar hingga akhir September 2025, dengan kas dan setara kas US$430,39 juta, sedangkan total liabilitas US$2,61 miliar.