Di Komunitas Saham Bagus tengah ramai sindiran bahwa bulan Oktober adalah bulan yang bikin βmuntaberβ bagi para trader dan investor saham, bulan Oktober bulan yang bikin kepala pusing, sulit tidur nyenyak, dan jantung deg-degan akibat volatilitas harga saham.
Terlihat jelas dari pergerakan IHSG yang anjlok selama tiga minggu terakhir. Swing-nya kebangetan seperti naik kapal Kora-Kora di Dunia Fantasi Ancol.
Pada 17 Oktober 2025, IHSG ditutup jatuh 2,57%, meninggalkan level 8.000. Pekan berikutnya, IHSG berbalik arah, lompat 4,5% dan kembali ke level 8.271,72. Namun pada pekan ini IHSG kembali bergejolak. Indeks mendadak ambruk lebih dari 3,5% pada perdagangan intraday, Senin, 27 Oktober 2025, sebelum akhirnya ditutup turun 1,87% ke level 8.177,15.
Hari ini, Selasa, 28 Oktober 2025, IHSG masih bergerak liar. Sempat turun nyaris 1% di sesi pagi, lalu sempat rebound dan akhirnya ditutup turun 0,31% di level 8.093.
Prediksi IHSG: Menuju BIG DAY
Saya memprediksi IHSG masih akan anjlok-anjlokan dan bikin mabuk sampai Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 12.00 WIB (atau 30 Oktober 2025, pukul 01.00 waktu New York). Waktu inilah yang disebut BIG DAY, di mana pasar menantikan keputusan Bank Sentral Amerika (The Fed) β apakah akan menurunkan suku bunga, mempertahankannya, atau justru menaikkan.
Sebelum Jumat, tepatnya Kamis pagi, 30 Oktober 2025 waktu Jakarta, dunia juga menantikan hasil perundingan tarif antara AS dan Tiongkok, di mana Donald Trump dan Xi Jinping kembali ke meja perundingan di Seoul, Korea Selatan.
Jika The Fed menurunkan suku bunga, IHSG berpotensi menghijau. Jika Trump dan Xi Jinping mencapai kesepakatan damai, pasar global juga akan menguat. Namun jika The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunga, atau tidak tercapai kesepakatan dagang, maka IHSG kemungkinan terperosok lagi.
The Big Five Rilis Laporan Keuangan
Pada Rabu, 29 Oktober 2025, akan dirilis laporan keuangan dari The Big Five, perusahaan teknologi raksasa dunia: Microsoft, Alphabet (Google), Meta, Apple, dan Amazon.
Jika laporan keuangan mereka positif, pasar saham global akan naik, termasuk IHSG. Jika kontraksi atau menurun, siap-siap indeks bursa seluruh dunia akan terkoreksi.
Langkah Trader & Investor Saham Bagus
Untuk Trader:
- Bersikap hati-hati.
- Jangan menggunakan margin (hutang modal dari sekuritas) meskipun banyak pengamat memperkirakan >98% The Fed akan menurunkan suku bunga.
- Faktor pertemuan TrumpβXi Jinping dan laporan keuangan Big Five membuat situasi sangat tidak pasti (50:50).
Untuk Investor Jangka Panjang:
Keadaan ini ibarat βhujan emas di IDXβ β saham-saham perusahaan bagus (wonderful company) sedang dijual diskon. Selain 45 saham teraktif di Indeks LQ45, banyak saham konglomerat besar yang sedang BIG SALE, seperti:
- Prayogo Pangestu
- Happy Hapsoro
- Salim Group
- Hartono Bersaudara (Grup Djarum)
- Bakrie
- Chairul Tanjung
- Eka Tjipta Wijaya (Sinarmas)
Apa Saja Sahamnya & Berapa Lama Ditahan?
- Cari sektor bisnis yang menjadi pendorong Bull Market IHSG.
- Dari sektor tersebut, pilih 1β2 emiten yang paling punya daya dorong.
- Beli ketika breakout di harga resisten atau terjadi golden cross.
- Jangan all in β mulai dengan dana kecil, tambah setelah harga naik.
- Yakin dan segera eksekusi jika sinyalnya sudah kuat.
Panduan untuk Investor Jangka Panjang
- EPS (Earning Per Share) selalu naik dalam 5 tahun terakhir.
- Selalu mencetak laba (tidak pernah rugi) dalam 5 tahun terakhir.
- Selalu membagikan dividen dalam 5 tahun terakhir.
- Tingkat hutang rendah, ditunjukkan oleh DER (Debt to Equity Ratio) < 1.
- Kas dan likuiditas melimpah.
- Solvabilitas (kemampuan bayar utang) bagus.
- Profitabilitas tinggi, ditunjukkan oleh ROE > 5% per tahun.
Kesimpulan
Pasar saat ini memang bergejolak, tapi di balik volatilitas, tersimpan peluang emas bagi investor cerdas. Selamat berburu hujan emas di Bursa Efek Indonesia! π°π