Membanding Oversubcribe IPO Jumbo RATU, CDIA hingga SUPA, Siapa Paling Diminati?

12/19/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

Katadata.co.id- Sejumlah perusahaan mercusuar atau lighthouse company telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang 2025 perusaan beraset jumbo itu mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe.  Lighthouse company merupakan perusahaan mercusuar yang umumnya memiliki dua karakteristik, yaitu minimum kapitalisasi pasar sebesar Rp 3 triliun dan porsi saham publik atau free float minimal 15%. Misalnya PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

Sejumlah perusahaan mercusuar atau lighthouse company telah melantai di Bursa Efek Indonesia dengan penawaran saham yang sangat diminati investor. Perusahaan ini memiliki kriteria kapitalisasi pasar minimum Rp 3 triliun dan porsi saham publik minimal 15%. Antusiasme investor yang tinggi tercermin dari kelebihan permintaan atau oversubscribe saat penawaran umum perdana saham (IPO) yang mencapai ratusan kali lipat.

Fenomena ini dialami oleh emiten seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Tren serupa juga terlihat pada perusahaan beraset jumbo lainnya, seperti bank digital Superbank. Saham Superbank juga mengalami kelebihan permintaan yang sangat tinggi dan berhasil menarik lebih dari satu juta order saat IPO.
Sepanjang 2025 juga ada beberapa emiten lighthouse yang IPO antara lain PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), hingga PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Pada IPO emiten konglomerat Prajogo Pangestu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada 9 Juli 2025 mencatat oversubscription hingga 563,64 kali. Lalu emiten anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), yakni PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sempat mencatatkan oversubscribe 313,15 kali. Kemudian anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) oversubscribe atau kelebihan permintaan hingga 148,5 kali dalam penawaran umum perdana saham (IPO).

 


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *