EmitenNews.com – PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) dan PT Eka Mas Republik (“MyRepublic Indonesia”) entitas milik Sinar Mas Group dari anak usaha emiten DSSA itu resmi mencapai pucuk kongsi definitif untuk melakukan merger.
Dalam kesepakatan ini, Moratelindo akan menjadi entitas yang bertahan dan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.
Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Krisnan Cahya menekankan, merger ini hasil gebrakan baru untuk percepatan dan perluasan jaringan ekosistem digital di Indonesia.
“Melalui penguatan jangkauan jaringan dan peluncuran berkelanjutan, kita bisa mendorong ekosistem digital lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Krisnan.
Detail Merger
Moratelindo menjadi entitas yang bertahan (Surviving Entity), sementara MyRepublic Indonesia bergabung ke PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA).
Lalu, setelah penggabungan efektif, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) akan menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) secara tidak langsung.
Lalu, penggabungan ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham MORA hingga 50,5%
Proses merger telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris kedua perusahaan dan kini menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham danndibahas pada RUPSLB pada 25 Maret 2026. Jika semua persetujuan terpenuhi, merger diperkirakan rampung pada 22 April 2026 hingga semester pertama 2026.
Redpeak Advisers yang dirumorkan berasal dari UBS Sekuritas itu ditunjuk sebagai penasihat keuangan eksklusif transaksi ini.
Selama integrasi, seluruh pihak berkomitmen memastikan transisi berjalan lancar bagi karyawan, pelanggan, dan mitra.