JAKARTA – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), emiten jasa infrastruktur telekomunikasi milik Farida Bau, akan melakukan penggabungan usaha atau merger dengan PT Eka Mas Republik (EMR).
EMR merupakan entitas usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinar Mas, yang mengoperasikan bisnis layanan internet MyRepublic.
Dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), MORA akan menjadi entitas yang menerima penggabungan usaha. Nama perusahaan nantinya akan berubah menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.
Selain itu, susunan pemegang saham MORA akan berubah signifikan, akibat dilusi kepemilikan saham yang diperkirakan mencapai 50,50%.
Sebelum merger, PT Candrakarya Multikreasi mengendalikan 35,99% saham MORA. Kemudian PT Gema Lintas Benua memiliki 30,18% saham dan investor publik 33,83% saham.
Penerima manfaat akhir dari saham MORA adalah Farida Bau, pengusaha wanita yang cukup lama berkarier di bidang perbankan dan kini fokus pada bisnis telekomunikasi.
Sementara setelah merger nanti, porsi mayoritas saham MORA akan berpindah ke pemegang saham EMR. Beberapa di antaranya adalah PT Innovate Mas Utama, PT Innovate Mas Indonesia, PT DSST Mas Gemilang, dan PT Buana Mas Sejahtera.
Innovate Mas Utama akan menjadi pengendali, dengan kepemilikan saham MORA 48,36%. Sementara porsi saham Candrakarya Multikreasi terdilusi 17,81% dan porsi saham publik turun dari 33,83% menjadi 16,74%.
Namun perlu diketahui, rencana merger ini belum mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan. Manajemen MORA juga akan meminta persetujuan dari pemegang saham, dalam rapat yang akan digelar pada 25 Maret 2026 mendatang.