Bisnis.com, JAKARTA — Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menerapkan metodologi baru dalam perhitungan indeks diproyeksikan dapat memicu volatilitas jangka pendek di pasar saham domestik. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan bahwa pengetatan aturan ini akan berdampak langsung pada bobot saham emiten, terutama bagi konstituen baru maupun saham dengan kapitalisasi pasar besar. Metodologi baru tersebut mencakup perhitungan bobot awal yang lebih konservatif bagi saham-saham yang baru masuk ke dalam indeks, sehingga nilai proporsinya menjadi lebih kecil dibandingkan metode sebelumnya.