Oleh: Ahmad Anke, Founder Saham Bagus
Tahukah Anda bahwa saham GOTO & GRAB ( Goto di IDX Grab di Nasdaq) sekarang sahamnya dua duanya tidak laku di market alias ” under demand”, ( terlihat dari bid nya jauh nilainya dibandingnya offernya di running trade). Dan mereka butuh aksi korporasi merger ini agar investor lamanya bisa exit?
–
Tahukah Anda investor lamanya Goto membeli saham Goto ini perlembarnya awalnya hanya Rp 1 kemudian menjadi 300 rupiah saat IPO? Kemudian pada nyangkut salah satunya Telkom.
–
Telkom dengan vehicle nya Telkomsel membeli saham Goto di harga IPO seharga Rp 338 . Dengan total Rp. 6,4 T dan sekarang floating loss 5.4 T dan valuasi saham GOTO yg dipegang Telkomsel tinggal Rp 1 T, yang menyebabkan potensi kerugian di neraca keuangan negara kita?
–
Telkomsel sahamnya dimiliki mayoritas oleh Telkom. Dan Telkom adalah BUMN? Ruginya Telkomsel atas pembelian saham GOTO menjadi tanggungan Telkom. Ruginya Telkom jadi tanggungan NEGARA? Kalau negara rugi maka negara akan mencekik kita juga dengan tambahan pajak. Kita lagi investor ritel yang kena getahnya.
–
Tahukah Anda bahwa Temasek Singapura & juga shareholder di TELKOMSEL dan juga shareholder di GOTO? dimana mereka rugi di dua sisi dan mencoba exit dari kerugian floating loss-nya?
–
Setelah sukses menggoreng saham GOTO di IPO dari harga valuasi Rp. 1 menjadi Rp 338 atau pemegang pengendali cuan 338x dan mereka berhasil exit dan menjual saham kepada investor institusional dan investor ritel seperti Anda jutaan orang pada 2022
–
Sekarang mereka mencoba membuat aksi kedua kalinya dengan modus yang mirip. Membangun narasi aksi korporasi merger dengan Grab agar ritel tertarik membeli berbondong-bondong lagi membeli di harga Rp 50-70 lalu nanti anda nyangkut lagi, setelah mereka bisa menjual sisa saham mereka diatas Rp. 50 bahkan santer isunya terdengar akan jual di Rp. 200-an?
–
Apakah Anda investor ritel mau jatuh ke lubang yang sama seperti keledai? Dengan iming-iming kalau merger Goto & Grab akan menguasai 90% market share angkutan online dan food delivery? Dengan iming-iming kerugiannya sudah menurun dan sebentar lagi akan untung. Ingat itu narasi rumor dengan basis katanya.
–
Bagaimana dengan Danatara yg kesannya membantu Goto?
–
Bisa jadi Danantara mencoba memfasilitasi agar TELKOM/TELKOMSEL bisa keluar exit sehingga potensi kerugiaan negara tidak membengkak ( karena bisa jual di harga agar tinggi misal Rp 100), namun berpotensi membuat investor ritel Indonesia yang awam terjebak lagi, nyangkut lagi? Mentransfer kerugian dr kerugian Telkomsel menjadi kerugian rakyat investor ritel awam seperti Anda.
–
Oleh karena itu waspadalah kawan kawan investor ritel Indonesia, kalaupun Anda akan masuk ke saham GOTO karena anda lagi melihat euforianya beberapa hari ini di bulan November 2035…, maka keluarlah segera cepat-cepat kalau sudah untung jangan sampai Anda belum take profit sementara investor-investor lama Goto sudah take profit mendahului Anda? ..
Nanti Anda yang menjadi bemper dan injakan mereka. Ingat sebagai copet saham atau scalper Anda harus masuk di tengah-tengah saat euforia ini terjadi dan Anda harus cepat-cepat keluar sebelum euforia ini terhenti di tengah jalan.
–
Putuskan diri Anda itu Keledai apa manusia…
–
Ahmad Anke
Founder Sahambagus Trading Community
www.sahambagus.co.id
Gokil serem amat
Shapp, jangan sampai kita cuci piring…😅😅😅
Shapp, jangan sampai kita cuci piring..