OJK menargetkan penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp 250 triliun tahun ini, di bawah realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 274,8 triliun; nilai IPO pada awal tahun melampaui target sebelumnya sebesar Rp 220 triliun. Jumlah investor di pasar modal naik menjadi 20,36 juta, bertambah 5,49 juta atau 36,95 % secara year on year, memperkuat prospek intermediasi yang solid. Selain target pasar modal, OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan 10 %–12 %, aset asuransi 5 %–7 %, serta peningkatan transaksi melalui aggregator hingga Rp 27 triliun dan konsumsi aset keuangan digital naik 26 % pada tahun 2026.