JAKARTA, Investor.id – Banjir katalis menerpa saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), mulai dari lonjakan kinerja operasional dan keuangan serta peluang pembagian dividen. Alhasil, saham DEWA kena upgrade beberapa broker dengan target harga tinggi.
Berdasarkan riset Henan Putihrai Sekuritas (HPS), DEWA bakal menggarap penuh tambang batu bara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) begitu kontrak subkontraktor habis pada akhir 2025. Selain Bengalon, DEWA kini berburu kontrak baru, termasuk dari Arutmin Indonesia dan dua lagi di luar ekosistem Grup Bumi.
DEWA kini mengevaluasi skema pendanaan untuk ekspansi proyek, antara lain dari utang dan menjajaki pinjaman sindikasi. Tujuannya untuk memperkuat neraca, pararel dengan reklasifikasi aset yang sedang berjalan.
Di sisi lain, penyesuaian kerugian ditahan (retained loss) DEWA sudah mendapatkan izin prinsip dan sekarang ditinjau oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan auditor eksternal. Manajemen yakin bisa menghilangkan retained loss.
“Pararel, impairment aset nonproduktif berjalan. Kami melihat hal ini membuat perseroan lebih fleksibel dalam jangka panjang, sehingga bisa menerbitkan obligasi, bahkan memberikan dividen bagi pemegang saham,” tulis HPS, dikutip Rabu (24/12/2025).