Bisnis.com- Saham konglomerat seperti DSSA, DCII, dan lainnya mengalami lonjakan harga signifikan pada tahun 2025, dengan beberapa mencatat kenaikan lebih dari 500% year to date. Tren penguatan saham konglomerat diperkirakan berlanjut pada 2026, didorong oleh aksi korporasi, program investasi pemerintah, dan rebalancing indeks saham global. Prospek multibagger selanjutnya diharapkan berasal dari sektor digital economy, energi terbarukan, dan hilirisasi mineral, dengan dukungan dari pemegang saham pengendali.
Sejumlah saham besutan konglomerat seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) hingga PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) menjadi saham multibagger atau saham yang mencetak lonjakan return berkali-kali lipat pada tahun ini. Bagaimana kemudian peluang lonjakan lanjutan pada 2026? Sebagaimana diketahui, deretan saham-saham terafiliasi dengan kelompok usaha milik konglomerat Indonesia mencatatkan lonjakan harga berkali-kali lipat atau multibagger. Berdasarkan data Stockbit sampai perdagangan hari ini, Kamis (4/12/2025) pukul 14.00 WIB, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) milik Toto Sugiri dan Anthoni Salim misalnya telah melesat 504,28% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas juga mencatatkan lonjakan harga saham 210,47% ytd. Harga saham PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) yang tergabung dalam Grup Lippo milik keluarga Riady menanjak 291,35% ytd.