Jakarta, Sahambagus.co.id -Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mempertimbangkan penerapan Domestic Market Obligation (DMO) untuk komoditas emas. Langkah ini diambil menyusul tingginya ketergantungan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terhadap impor emas, yang mencapai 30 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi logam mulia.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) untuk komoditas emas guna menjamin pasokan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor. Namun, pelaku usaha meminta agar skema ini dirancang adil dan tidak merugikan sektor tambang.
Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menjamin pasokan emas dalam negeri agar kebutuhan industri logam mulia tetap terpenuhi. Mengurangi ketergantungan impor, terutama dari perusahaan tambang besar seperti Freeport Indonesia. Mendorong optimalisasi produksi nasional dan memperkuat ketahanan komoditas strategis.
Meski bertujuan baik, wacana DMO emas menuai perhatian dari pelaku industri tambang. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Sudirman Widhy, menekankan pentingnya skema yang adil dan tidak merugikan pelaku usaha.
Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain produksi Freeport terganggu akibat insiden longsor material basah yang menewaskan tujuh pekerja, sehingga pasokan emas ke Antam belum optimal. Risiko penumpukan stok emas jika DMO diterapkan tanpa perhitungan matang, terutama jika produksi tidak stabil.
Perlu sinkronisasi dengan perjanjian jual beli emas yang sudah ada antara Antam dan Freeport, yang mencakup komitmen pasokan 30 ton per tahun selama lima tahun.
Solusi dan harapannya dari kebijakan ini agar kebijakan DMO emas berjalan efektif, beberapa hal perlu diperhatikan, dengan skema fleksibel dan adaptif terhadap kondisi produksi tambang. Konsultasi intensif dengan pelaku industri untuk merancang mekanisme yang saling menguntungkan. Pengawasan ketat dan transparansi dalam pelaksanaan agar tidak menimbulkan distorsi pasar.
Rencana pemerintah untuk menerapkan DMO emas menunjukkan komitmen menjaga pasokan strategis dalam negeri. Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada desain yang adil, implementasi yang bijak, dan kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha. Jika dirancang dengan cermat, DMO emas bisa menjadi langkah penting menuju kemandirian industri logam mulia nasional.