Bisnis.com, JAKARTA – Pertemuan lanjutan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai menjadi sinyal positif bagi persepsi investor global terhadap pasar saham domestik dalam jangka menengah. Head of Equity Research BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan menilai sejauh ini reformasi struktural pasar modal setelah keputusan MSCI freeze bulan lalu menjadi faktor penarik bagi pasar saham Indonesia dalam jangka menengah. Sejumlah agenda pembenahan yang dilakukan seperti peningkatan keterbukaan pemegang saham hingga tingkat ultimate beneficial owner (UBO) 1%, granulasi data investor menjadi 28 subtipe, serta rencana peningkatan free float minimum menjadi 15% dalam tiga tahun, berpotensi memperbaiki persepsi global terhadap pasar saham Indonesia. Terutama setelah pertemuan lanjutan kedua kali ini.